Friday, July 15, 2016

Inilah Pajak yang Harus Di Bayar Pemilik Rumah atau Apartemen, Sudahkah Anda Membayanya?

Sebagai orang yang memiliki rumah, ternyata anda tidak hanya disibukkan dengan pembayayaran rutin listrik dan air. Ketika anda sudah menempati sebuah rumah, ternyata anda juga harus memikirkan dan membayar pajak untuk properti yang ada dirumah anda, pajak apa sajakah yang harus di tunaikan oleh pemilik rumah? Berikut ini adalah pajak-pajak properti yang harus dibayar pemilik rumah:


Friday, July 8, 2016

Tips Jual Beli Properti Online Dengan Harga Murah

Dalam mencari lokasi yang tepat anda perlu melakukan beberapa tips berikut yang bisa membantu anda untuk mendapatkan rumah dijual di Jakarta yang benar-benar pas dengan yang diinginkan. Memang mencari rumah ini perlu waktu dan bukan merupakan suatu kegiatan yang mudah dalam memilih rumah yang pas. Anda harus tahu beberapa hal seperti kondisi spesifikasi rumah tersebut. Anda harus tahu kemudahan apa saja atau fasilitas publik apa saja yang bisa dengan mudah diakses melalui rumah anda.

Friday, July 1, 2016

Benarkah Harga Jual Rumah Lelang Biasanya Lebih Murah?

Bandung adalah kawasan tempat wisata yang banyak sekali orang property mengincari daerah ini agar bisa mendapatkan harga jual property tinggi. Harga property di kawasan Bandung tentu akan dapat meningkat dengan cepat dari waktu ke waktu, sementara anda yang ingin mendapatkan rumah murah dijual di Bandung bisa mengikuti beberapa tips yang akan dijelaskan di artikel ini. Tips-tips berikut adalah agar anda bisa memilih dengan tepat rumah yang ingin anda tempati.


Thursday, June 9, 2016

Hati-hati, 5 Hal Unik Tentang Ibu-Ibu dan Motor Matic Ini Akan Mmbuatmu Senyum-Senyum

"Kalau sampai ada ibu-ibu konvoi apalagi pakai motor matic, kelar hidup loe”

Beberapa saat yang lalu meme tentang ibu-ibu dengan motor matic bertebaran di jejaring sosial. Berhubung Fenny sudah masuk dalam kategori ibu-ibu dan mempunyai motor matic maka Fenny kepoin satu-satu. Asli bikin terkekeh meski dalam hati bertanya-tanya,”Apakah aku juga seperti itu?”. Ya kali wanita itu seringkali merasa benar. Kalau disalahkan, kembali ke pasal kalau wanita selalu benar. Jadinya meski salah kadang tidak merasa bersalah, eh.



Jadi, apa saja 5 hal unik yang berkaitan dengan ibu-ibu dengan motor maticnya? Cek satu-satu yuk.

1. Lampu sein ke kiri tetapi belok kanan, atau sebaliknya
Ada ibu-ibu yang beranggapan bahwa motor matic itu canggih. Asal pencet tombol lampu sein, lampu yang menyala akan otomatis mengikuti arah belok. 



2. Heboh motor matic tidak menyala saat tombol starter di pencet
“Waduh macet ini. Jangan-jangan akinya habis?,”. Ternyata karena rem standar lupa diangkat.

3. Mencari-cari tombol lambu jalan
Ibu-ibu sering lupa bagian mana saja yang memang bisa otomatis menyala saat motor matic dihidupkan, salah satunya lampu jalan.

4. Belok kapan saja dimana saja
Pijakan motor matic yang memanjakan memang sering membuat ibu-ibu malas untuk menurunkan kaki untuk sekedar berhenti dan tengok kanan kiri sebelum belok.

5.Menguasai jalanan
Bodi motor matic yang cenderung lebih lebar semakin diperparah kalau ada ibu-ibu yang naik motor sambil membahas belanjaan. Mohon bersabar kalau tidak ingin kena semprot balik.



Ada-ada saja ya? Mohon harap dimaklumi karena ibu-ibu sudah kebayakan pikiran. Apalagi memikirkan harga Yamaha NMAX yang diincar si anak kesayangan. Kabarnya, motor matic satu ini laris dipasaran. Desainnya yang macho sepertinya bisa memenuhi hasrat ibu-ibu yang pengen konvoi ala moge alias motor gedhe. Jadi, ga masalah dong kalau nanti si ibu juga ikutan memakai. Ibarat sekali beli, emak anak happy.

Mau tahu penawaran terbaiknya? Langsung saja cek daftar harga Yamaha NMAX. Dijamin puas dan dapatkan keuntungan lebih dari pilihan yang ada.

Monday, May 30, 2016

Berkesempatan Menginap di Bebek Tepi Sawah Restaurat & Villas? Inilah 7 Daftar Aktivitas Yang Patut Dicoba

Hamparan sawah dengan gradasi warna hijau dan kuning berpadu dalam satu harmoni. Membiarkan mata nyalang memandang sejauh mungkin bisa jadi sebuah relaksasi sekaligus menyegarkan mata. Bagi Fenny yang sehari-hari tenggelam dalam kerjaan yang menuntut untuk fokus berjam-jam di depan mata, rasanya mendapatkan kesempatan menginap di Bebek Tepi Sawah Restaurant &Villas bisa menjadi angin surga yang didamba.


Staycation di hotel menjadi pilihan bagi beberapa orang untuk meluruhkan penat. Namun apakah sekedar pindah tempat tidur, kamar mandi dan ruang makan jika menginap di hotel? Bebek Tepi Sawah Restaurant &Villas menawarkan banyak hal lebih yang ingin Fenny coba  jika menyambangi salah satu icon wisata Bali ini

Bersepeda
Menginap di hotel untuk liburan lalu bangun siang? Bagi Fenny,  hal itu mubazir. Bangun pagi lalu bersepeda mulai dari Kintamani dan melewati Ubud di pagi hari sangatlah menantang. Pemandangan gunung Batur yang dikelilingi danau berhiaskan semburat matahari pagi betapa mengagungkan.


Membuat Sesajen
Bali dengan masyarakat yang masih memegang teguh agama dan budaya yang sarat dengan sesajen membuat kegiatan belajar membuat sesajen sangat unik. Selama dua jam kita bisa praktek membuat jenis sesajen canang sari, canang raka, segehan dan gebogan yang umum digunakan.

Tour Menelusuri Alam dan Masyarakat Bali
Lebih dekat dengan alam, budaya dan masyarakat Bali dengan pilihan tour selama 8 jam atau 5 jam. Nikmati Bali ala paket lengkap yang bisa di rancang bersama guide profesionel yang tersedia. Jangan lupa untuk belanja :D. 



Rafting
Konon teriak dengan bebas bisa membuat kita lebih relaks. Lalu bagaimana dengan ide bisa berteriak bebas ketika rafting? Ada dua jalur rafting yang tersedia di sekitar Bebek Tepi Sawah Restaurant & Villas. Sungai Ayung di Ubud atau Sungai Telaga Waja di Karangasem keduanya menggoda untuk dicoba. Pengalaman 2 jam berbasah-basahan sambil menguji nyali menghadapi jeram pasti sangat menyenangkan.


Melukis
Melukis ala Bali selama 3 jam dan menuangkan ide liar tersendiri ke dalam canvas? Bisa. Hasilnya pun nanti bisa dibawa pulang.

Memahat
Siapapun pasti setuju bahwa Bali adalah gudangnya seniman, termasuk dalam seni pahat. Di Bebek Tepi Sawah Restaurant dan Villas tersedia kelas memahat kayu. Seperti halnya melukis, teknik memahat kayu dan menuangkan sebuah model dalam pahatan akan dipandu oleh instruktur berpengalaman selama 3 jam.

Spa
Menikmati spa di hotel? Ah, biasa. Namun bagaimana jika mencicipi spa di Bebek Tepi Sawah Restaurant & Villas yang dinobatkan sebagai the Best Spa in Ubud and in Bali? Rasanya terlalu saying untuk tidak mencicipi. Setelah sehari dua hari beraktivitas di luar ruangan yang melibatkan energi dan fokus, spa dengan bahan organik dan teknik tradisional ala Bali tidak hanya sekedar menenangkan tapi juga menyehatkan.


Mengusung konsep restoran sekaligus villa membuat Bebek Tepi Sawah Restaurant & Villas juga unggul dalam bidang kuliner. Menikmati menu hidangan bebek sambil melihat pemandangan sekitar yang asri sungguh seperti berada di rumah sendiri. Mau ikut mencoba? Booking segera kamarmu lewat http://www.traveloka.com/hotel/indonesia/bebek-tepi-sawah-restaurant-and-villas-89852 dan selamat berlibur.

Saturday, May 28, 2016

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Menasehati Orang Lain Jika Tak Ingin Hubungan Kalian Berantakan

“Ternyata niat baik itu tidak selalu berbuah kebaikan”
Pernyataan yang terlontar itu seakan meninju Fenny meski disampaikan via aplikasi chat. Terlebih dengan rentetan kata-kata yang terkirim sebelumnya. Sejak Fenny melempar pertanyaan, balasan jawaban dan penyataan yang muncul bernada emosi tinggi. Padahal Fenny hanya mengirimkan satu pertanyaan. Fenny juga sudah mencantumkan emoticon malu-malu dengan harapan bahwa pertanyaan yang Fenny berikan bernada santai. Bukan pertanyaan dengan nada jutek.

Berawal dari sebuah tawaran untuk menggantikan posisi sebagai peserta sebuah seminar. Seminar tentang bisnis online dengan target bisnis ekspor. Meski tak begitu tertarik dengan materinya, Fenny mengiyakan. Hitung-hitung bantu “mantan” bos yang bisa dibilang dulu sangat memberikan kelonggaran untuk bekerja sekaligus berkarya. Saat itu Fenny diminta untuk mewakili merek yang dimiliki beliau. Tentunya karena memang sebenarnya undangan itu untuk pemilik brand, nantinya juga ada keberlanjutan tindakan pasca seminar. Otomatis data-data yang diserahkan saat pengisian data formulir maupun kuesioner merupakan data brand milik beliau.

Kebetulan juga tanggal seminar pas H+1 ada acara Fenny pribadi di Semarang. Pikir Fenny bisa sekalian jalan jadi tidak bolak balik Klaten-Semarang. Lokasi acara berada di badan diklat dinas provinsi. Tahu sendiri dong biasanya yang berhubungan dengan dinas itu ada amplopnya. Tidak munafik juga hal itu yang membuat Fenny mantap menerima tawaran beliau.

Walhasil selama dua malam dua hari fenny berada di badan diklat dinas provinsi. Berhubung sita belum bisa lepas dari fenny, suami ikut menemani untuk mengasuh sita selama fenny mengikuti seminar. Kegiatan berlangsung dari pagi sampai sore sehingga suami benar-benar off dari kegiatannya. Suami yang notabene juga sering berurusan dengan dinas dan mengerti akan budaya amplop itu pun merasa santai-santai saja karena nantinya akan ada pemasukan.

Sejak awal sebenarnya fenny sudah merasa ada kejanggalan. Lokasi acara di instansi pemerintahan tapi sambutan dari awal tidak ada yang dari dinas. Jangan-jangan ini proyek promosi sponsor salah satu perusahaan yang menangani perdagangan ekspor. Terlanjur berada di lokasi dan daftar ulang, fenny menepis asumsi negatif yang terlintas. 

Hari kedua, penutupan acara hanya berupa ucapan terima kasih dari pengisi materi terakhir. Lagi-lagi tidak ada perwakilan dari dinas. Suami sudah mulai kasak-kasuk. Berulang kali menanyakan pada fenny tentang ada tidaknya amplop. Fenny yang sedari awal juga tidak mengetahui kepastiaannya dan luput menanyakan saat ditawari jadi serba salah. Tak tahan dengan usikan suami, akhirnya fenny mengirimkan pertanyaan berkaitan dengan amplop pada mantan bos.

Tak disangka jawaban tidak mengenakkan dengan serentetan pernyataan bernada emosi dan diakhir dengan ceramah seperti yang tertulis di awal. Fenny merasa sangat terluka. Bertumpuk dengan rasa lelah pasca mengikuti seminar dan masih harus menempuh perjalanan pulang ke klaten dengan transportasi umum. Meski merasa bahwa biat baik fenny juga disalahartikan dan berakhir dengan tuduhan, fenny memilih diam tak lagi menanggapi apapun yang disampaikan beliau.

Keesokan harinya beliau malah memperbarui status di salah satu jejaring social dengan pernyataan yang diklaimnya sebagai pembelajaran kebijaksanaan. “Ternyata niat baik itu tidak selalu berbuah kebaikan”. Tak mau kalah, fenny membalasnya dengan postingan di jejaring social yang sama. “mengajarkan kebijaksanaan dengan emosi? Lalu dimana letak esensi kebijaksanaan itu?”

Fenny tak asal menuliskan hal itu. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,

فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا

Yang artinya, “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut.” (qs. Ath thaha: 44). Cara beliau yang mencoba menasehati fenny dan berpetuah tentang kebijaksanaan dengan emosi sungguh tidaklah sesuai dengan firman allah. Alih-alih meraih hati fenny, beliau malah menorehkan luka.

Beliau juga menasehati fenny di waktu yang tidak tepat. Ibnu mas’ud pernah bertutur: “sesungguhnya adakalanya hati bersemangat dan mudah menerima, dan adakalanya hati lesu dan mudah menolak. Maka ajaklah hati saat dia bersemangat dan mudah menerima dan tinggalkanlah saat dia malas dan mudah menolak.” (al adab asy syar’iyyah, ibnu muflih). Di saat fenny sedang di titik kelelahan dan ingin jawaban yang menenangkan, beliau malah membalas dengan kemarahan dan berceramah ria. Beliau sukses menyiram minyak ke dalam api. Terlaluuuuu …

Lebih parahnya lagi beliau kembali menasehati fenny melalu jejaring social. Mau nyinyir? Padahal al hafizh ibnu rajab berkata: “apabila para salaf hendak memberikan nasehat kepada seseorang, maka mereka menasehatinya secara rahasia… barangsiapa yang menasehati saudaranya berduaan saja maka itulah nasehat. Dan barangsiapa yang menasehatinya di depan orang banyak maka sebenarnya dia mempermalukannya.” (jami’ al ‘ulum wa al hikam, halaman 77).

Jadi dari kejadian itu fenny pun juga mendapat pelajaran kebijaksanaan bahwa ketika menasehati orang lain janganlah dengan nada kasar, jangan ketika emosi sedang berkobar dan jangan sampai mempermalukan orang lain. Akan lebih baik jika nasehat disampaikan dengan lembut ketika yang bersangkutan dalam kondisi tenang dan sebisa mungkin berdua saja. 

Menyadari masih ada urusan pekerjaan yang belum terselesaikan dan menimbang fenny yang berusia lebih muda maka beberapa waktu kemudian fenny menyambangi beliau. Alhamdulillah beliau juga berlapang dada. Ternyata beliau berfikir materi yang bersinggungan dengan bisnis online akan menarik minat Fenny sehingga bisa mewakili beliau menghadiri seminar dengan sukarela.Padahal sebenarnya Fenny tidak berminat dan mengiyakan dengan niat membantu beliau. Sama-sama biat baik yang jadi berbalik makna karena kesalahan komunikasi. Kekonyolan kami memaknai niat baik yang tidak selalu berbuah kebaikan dari sisi masing-masing jadi bahan candaan dan tambahan pembelajaran kehidupan.

Semoga kalian jangan lakukan hal ini saat menasehati orang lain jika tak ingin hubungan kalian berantakan.

Tuesday, May 17, 2016

Inilah 5 Alasan Memilih Pegadaian untuk Solusi Masalah Keuangan Tanpa Masalah

“Boleh kau gadaikan mahar itu, asal tak kau gadaikan cintaku”

Fenny hampir terjungkal mendengar jawaban suami baru Fenny saat itu. Iya suami baru karena Fenny baru saja menikah saat itu. Baru menikah sudah main gadai? Eits, jangan nyinyir dulu. Demi menyenangkan hati kedua  orang tua Fenny, mahar yang diberikan oleh suami dalam bentuk perhiasan memang cukup besar. Cukup menguras tabungan beliau juga. Setelah menikah, pasangan yang nekat menikah tanpa modal besar ini belum punya rumah sendiri. Setelah menikah pula kami langsung memutuskan untuk kontrak rumah sendiri. Maklum tempat usaha suami ada di kota lain. Jadi tidak ada cerita numpang di pondok indah mertua. Sedangkan biaya kontrak rumah di kota yang akan menjadi domisili kami cukup tinggi. Bisa mencapai hitungan 8 digit per tahunnya. Berhubung biaya kontrak rumah harus dibayar di muka, maka pilihan gadai mahar yang berupa emas jadi pertimbangan kami. Pikir Fenny, asal membayar cicilan rutin setiap jatuh tempo, cicilan yang dibayarkan setara kontrak kos per bulan dan bunganya tidak memberatkan.

Kini pernikahan kami sudah berjalan hampir 4 tahun. Alhamdulillah persoalan rumah selesai. Sudah beli rumah? Belum, hehehe Orang tua suami meminta kami untuk menemani beliau saja. Berdasarkan pertimbangan usaha kini sudah bisa dikelola secara mobile maka kami mengiyakan. Namun persoalan selanjutnya adalah kami tetap harus memiliki cicilan berupa anggaran untuk membeli rumah sendiri. Belum lagi cicilan untuk biaya masuk sekolah anak. Awalnya menabung di tabungan konvensional menjadi pilihan kami. Tapi apa daya, tabungan tak jua bertambah malah cenderung berkurang meski ada anggaran setiap bulannya. Pasalnya saat butuh biaya yang cukup besar, dengan mudah kami bisa menarik tabungan. Lama-lama kami sadar bahwa menabung cara ini sungguh tidak efektif.

Tante menyarankan untuk deposito. Kabar baiknya cara ini cukup menjanjikan karena tidak mudah menarik uang sebelum jatuh tempo. Tapi jumlah uang untuk membuka rekening deposito cukup besar. Jadi tidak bisa segera diwujudkan. Cara ini pun di coret dari daftar pilihan investasi.

Berikutnya pilihan reksadana. Cukup menggiurkan dan mudah pembukaannya. Tapi hingga kini sleang 2 bulan sejak pembukaan, rincian dan laporan yang kabarnya diberikan setiap bulan lewat email tak kunjung Fenny terima. Fenny jadi ragu-ragu dan sepertinya pilihan ini pun masuk daftar coret investasi.
Hasil sharing dengan teman di group chat memberikan pencerahan invetasi melalui emas. Kabarnya cara ini cukup menjanjiakan. Minimal bisa untuk menabung dengan bunga yang setara dengan inflasi setiap tahunnya. Fakta, nilai emas memang cenderung naik per tahunnya mengikuti inflasi. Terdengar sangat menarik bukan? Lalu pertanyaan selanjutnya, kalau menyimpan dalam bentuk emas selain rawan disimpan dirumah, cara ini juga tidak efektif. Ketika butuh uang, emas tinggal dibawa ke toko emas. Pulang-pulang sudah bawa uang. Du du duuu…

Saat belanja di sebuah toko depan Pegadaian, Fenny melihat spanduk yang terbentang di pagar Pegadaian Jatinom yang menginformasikan bahwa menabung emas bisa dengan Rp5.000,- saja. W.O.W … Fenny langsung tertarik dengan informasi tersebut. Bagaimana tidak tertarik jika untuk invetasi emas secara manual, paling tidak harus tersedia uang minimal ratusan ribu. Ini jika pilihannya investasi emas dalam bentuk perhiasan. Kalau bentuk emas batangan bisa jutaan dana yang dibutuhkan.

Fenny lalu menyambangi Pegadaian Jatinom yang merupakan cabang terdekat dari rumah Fenny. Saat Fenny menanyakan tentang Pegadaian Emas, khususnya tabungan emas, sayangnya Pegadaian Jatinom belum bisa memfasilitasi karena program ini bisa dilayani di Pegadaian Pusat Klaten yang notabene jauh dari tempat tinggal Fenny. Beruntung pegawai Pegadaian Jatinom menawarkan solusi untuk membantu pembukaan rekening dengan menitipkan sejumlah uang dan memberikan identitas diri sesuai KTP. Nantinya pegawai Pegadaian Jatinom yang akan mengurus di pusat. Pegadaian Jatinom akan menghubungi Fenny ketika buku tabungan sudah jadi dan selanjutnya setoran bisa melalui Pegadaian Jatinom. Sebagai bukti setoran awal, Fenny menerima kuitansi berikut cap resmi Pegadaian Jatinom. Senangnyaaaa….





Berhubung tidak ada nasabah yang antri, Fenny sempat berbincang banyak dengan pegawai Pegadaian Jatinom yang terlihat tidak beda jauh dengan usia Fenny. Fenny banyak mendapatkan informasi, terutama tentang Gadai Emas dan Tabungan Emas yang kemudian membuat Fenny bisa menyimpulkan bahwa ada 5 alasan memilih pegadaian untuk solusi masalah keuangan tanpa masalah. Alasan tersebut diantaranya:
1. Dekat dan ada dimana-mana
2. Beragam program dan fasilitas yang mudah
3. Tidak memberatkan
4. Terjamin dan Aman
5. Bebas riba

Ternyata sangat menarik bukan menjadikan pegadaian sebagai solusi masalah keuangan baik untuk dana cepat atau investasi. Yuk segera buka invetasi untuk masa depan di pegadaian agar masa depan tidak jadi masalah.