Kamis, 25 April 2013

Jernihnya Ilmu dengan Akhlak yang Baik

Beberapa kali Fenny membaca postingan, status dan komentar seorang ibu-ibu yang mengaku pakar ASI di facebook. Sebelumnya memang Fenny mengenal beliau di salah satu group yang mewadahi ibu-ibu yang berjuang memberikan ASI Eksklusif pada buah hati.

Awalnya Fenny kagum dengan pengetahuan beliau. Alhasil Fenny menambahkan beliau sebagai teman di facebook. Tak berapa lama kemudian permintaan pertemanan diterima bersama sebuah pesan yang dikirimkan. Pesan itu berisi:

Hai, Terima kasih telah mengajak saya berteman. Sebagai informasi saya adalah aktivis di dunia laktasi, thibbun nabawi/naturalmedicine, natural birth, dan waspada vaksin. Saya menggunakan akun pribadi ini sebagai jaringan pribadi dan tetap berhubunganserta untuk menyebarkan pendidikan tentang laktasi, makanan halalan thoyyiban,thibbun nabawi, gentle birth, dan waspada vaksin. Keperluan konseling hanya dilakukan melalui grup xxxx,bukan PM pada akun pribadi saya. Saya sering posting gambar, video dan artikel terkait dengan permasalahan laktasi,thibbun nabawi/natural medicine, natural birth, dan waspada vaksin yang sering kali menggunakan foto atau gambar anatomi tubuh yang vulgar sebagai proses edukasi bukan pornografi.Beberapa masalah ini sangat kontroversial dan sementara saya mencoba untuk berhati-hati dalam diskusi di dinding FB pribadi saya, orang bisa sensitif atau tersinggung dengan opini-opini yang ada.Sehingga saya memilih untuk menolak pertemanan bagi rekan pro vaksin yangbertujuan mempertanyakan atau berdebat atau berghibah mengenai pemikiran dankeputusan saya. Saya hanya ingin memberitahu Anda bagaimana akun pribadi saya sebelum kitaberteman. Jika anda berpikir apa yang saya lakukan bertentangan dengan pemikiran anda, maka kita bisa berkomunikasi melalui jalan lain. Oleh karena ada beberapa akun yang tidak bisa saya hubungi melalui PM, maka biasanya saya akan konfirmasi terlabih dahulu untuk kirimkan surat ini dan setelahnya langsung saya hapus. Kabari saya jika anda dapat menerima dan bersikap menghormati setiap postingansaya, maka dengan senang hati saya akan konfirmasi pertemanan. Satu hal lain adalah saya kurang menyukai nama saya ditautkan pada gambar promosi dan sebagainya.

“Human Milk is for Human Babies” – “Breastfeeding is Norm” – “Immune isBreastmilk” Salam Cinta ASI,

Selintas terdengar janggal tapi Fenny memaklumi dengan berasumsi mungkin beliau pernah mengalami hal tidak menyenangkan.Cek ricek ternyata beliau menuliskan tidak menerima permintaan pertemanan dari group X dan XX. Alasan dan penyebabnya Wallahualam.

Tidak lama Fenny berteman dengan beliau karena menurut Fenny cara beliau menyampaikan pemikirannya tidak elegan. Bahkan menjurus provokasi yang berlebihan.

Baru-baru ini Fenny membaca komentar beliau tentang metode persalinan yang diajarkan di group XXXX dimana beliau menyinggung akidah. Sekali lagi bahasa yang dipakai sangat tidak santun *sekali lagi ini menurut Fenny”. Beruntung orang yang beliau “tuduh” adalah orang yang lapang hati sehingga berbalik mengajak beliau duduk diskusi bersama. Namun sepertinya beliau tidak menanggapi permintaan itu.

Sedihnya lagi, beliau muncul lagi dengan pernyataan yang mengundang tindak kekerasan dengan senjata tajam jika pernyataan beliau dianut mentah-mentah oleh pengikutnya. Sayang sekali mengingat beliau seorang wanita yang seharusnya lebih santun.

Fenny tidak bermaksud “menghina” beliau meskipun tidak suka dengan caranya. Dari hal tersebut Fenny hanya ingin menyimpulkan pesan bahwa ketika kita menyampaikan ilmu sebaiknya tetap memperhatikan dampaknya secara luas, terlebih jika menempelkan label ahli, pakar dsb. Pengunaan bahasa dan kata yang tepat penting sekali.

Sebagai manusia, seorang yang genius sekalipun pasti bisa berbuat salah. Seorang yang memiliki keimanan dan akhlak tinggi pun tidak terbebas dari kesalahan. Namun akan lebih baik jika kita lebih santun dan berkepala dingin jika ada pemikiran yang sekiranya berbeda agar tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri. Fenny pun pernah mengalami ketika menyampaikan sesuatu yang benar dari kacamata Fenny dengan frontal yang berujung kesenjangan hubungan setelahnya karena yang bersangkutan tidak terima. Pelajaran yang sangat berharga untuk Fenny.

Sayang sekali jika memang ilmu yang beliau miliki sangat berguna dan bisa menambah pengetahuan terutama yang berkaitan dengan agama dan akidah namun terhalang karena “sikap” yang tidak tepat. Kesalahan adalah milik manusia, segala kebaikan berasal dari-NYA. Semoga Fenny termasuk orang-orang yang berilmu dan berakhlaq jernih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)