Senin, 15 Juli 2013

CERITA RAMADHAN: PEMIMPIN DAN SAJADAH

Salah satu hal yang Fenny suka dari berkah Ramadhan adalah ramainya masjid kala sholat tarawih. Asyiknya tahun ini, Fenny bisa merasakan kembali nikmatnya Ramadhan di kampung halaman. Otomatis bisa sholat tarawih sambil nostalgia di masjid kampung, sebut saja Masjid Al Amin Jlopo ;)

Seperti biasa, jumlah jama’ah yang sholat di masjid berlipat-lipat jumlahnya. Tidak tanggung-tanggung, sebagian jama’ah ada yang sholat di teras yang sebenarnya tidak layak. Padahal dari struktur masjid yang sudah di renovasi, luasnya hampir dua kali lipat luas awal. Apakah itu pertanda jama’ah bertambah dua kali lipat juga?

Sembari menunggu dimulainya sholat Isya’, Fenny mengamati betapa tidak teraturnya shaf jama’ah. Awalnya Fenny berfikir nantinya ketika iqomah berkumandang, jama’ah akan merapikan shaf-nya setelah selesai menunaikan sholat sunah tahiyatul masjid.

Sayangnya ketika sholat Isya’ dimulai, shaf jama’ah terutama jama’ah putri masih sangat berantakan. Ketika Fenny berharap imam akan mengingatkan untuk merapatkan shaf barisan sebagaimana imam masjid senior ternyata sang imam langsung memulai sholat. Sambil bergegas menjadi makmum, Fenny hanya sempat mengingatkan jama’ah samping kanan kiri untuk merapatkan shaf.

Saat khatib menyampaikan khutbah, Fenny mengitari tatanan shaf jama’ah putri. Selain warna-warna mukena yang kini makin bervariasi bak pelangi, aneka bentuk dan ukuran sajadah lebih menarik perhatian. Hampir setiap jama’ah putri membawa sajadah dan menata sendiri sedemikian rupa. Ada yang saling tindih satu sama lain, ada yang lebarnya melebihi ukuran tubuh.

Panjang sajadah yang tentu saja juga berbeda-beda sangat mempengaruhi barisan. Sebagian besar pemilik sajadah menempati sajadah di salah satu ujung sajadahnya dan tidak bersedia jika ujung yang lainnya bertumpukan dengan sajadah jama’ah dibelakang atau didepannya agar barisan shaf rapi. Belum lagi shaf jama’ah anak-anak putri yang semakin tidak beraturan.

Seharusnya shaf sholat jama’ah diatur sedemikian:

sumber gambar: www.salafykolaka.net
Ironis sekali, ketika perintah untuk merapatkan shaf sholat merupakan salah satu sunnah Rosul sebagaimana dinyatakan dalam hadist berikut:

سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”. — Al-Bukhary (723) —

tidak dilakukan dengan baik. Dalam kasus jama’ah sholat tarawih di masjid kampung halaman, entah imam yang lupa mengingatkan atau jama’ah yang belum mengetahui wajibnya merapatkan shaf. Sepertinya ini pekerjaan rumah Fenny selama bulan Ramadhan untuk meluruskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)