Senin, 22 Juli 2013

# review # review event

OLEH-OLEH FSM 2013 JOGJA: SEONGGOK JAGUNG DAN PEMUDA

Allisa Wahid yang tak lain adalah putri Gus Dur ikut memeriahkan Festival Sukses Mulia (FSM) 2013 di Jogjakarta, tepatnya di Gedung Purna Budaya UGM. Kesempatan sharing yang hanya 20 menit itu dimanfaatkan beliau untuk bercerita titik balik kehidupannya yang kini mengantarkan beliau menjadi aktivis sosial, psikolog keluarga dan penjahit Gus Dur-ian (jejaring para pengikut pemikiran Gus DUr). Namun hal yang paling berkesan di hati Fenny adalah ketika beliau membawakan sajak karya W.S. Rendra – Seonggok Jagung –

Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda
yang kurang sekolahan.
Memandang jagung itu,
sang pemuda melihat ladang;
ia melihat petani;
ia melihat panen;
dan suatu hari subuh,
para wanita dengan gendongan
pergi ke pasar ………

Dan ia juga melihat
suatu pagi hari
di dekat sumur
gadis-gadis bercanda
sambil menumbuk jagung
menjadi maisena.
Sedang di dalam dapur
tungku-tungku menyala.
Di dalam udara murni
tercium kuwe jagung

Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda.
Ia siap menggarap jagung
Ia melihat kemungkinan
otak dan tangan
siap bekerja

Tetapi ini :
Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda tamat SLA
Tak ada uang, tak bisa menjadi mahasiswa.
Hanya ada seonggok jagung di kamarnya.
Ia memandang jagung itu
dan ia melihat dirinya terlunta-lunta .
Ia melihat dirinya ditendang dari diskotik.
Ia melihat sepasang sepatu kenes di balik etalase.
Ia melihat saingannya naik sepeda motor.
Ia melihat nomor-nomor lotre.
Ia melihat dirinya sendiri miskin dan gagal.

Seonggok jagung di kamar
tidak menyangkut pada akal,
tidak akan menolongnya.
Seonggok jagung di kamar
tak akan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan.
Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya.
Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupan.

Aku bertanya :
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya ?
Apakah gunanya pendidikan
bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibukota
kikuk pulang ke daerahnya ?
Apakah gunanya seseorang
belajat filsafat, sastra, teknologi, ilmu kedokteran,
atau apa saja,
bila pada akhirnya,
ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata :
“ Di sini aku merasa asing dan sepi !”

Tim, 12 Juli 1975
Potret Pembangunan dalam Puisi
(source: http://lenterahati.web.id)

Sajak yang ditulis berpuluh-puluh tahun silam itu ternyata masih relevan dengan keadaan sekarang. Setidaknya dalam pandangan Fenny, itulah yang dialami sebagian besar pemuda-pemudi sekarang ini. Tidak hanya lulusan SLA bahkan yang bergelar sarjana sekalipun “asing” ketika pulang. Tidak menampik bahwa Fenny pun sempat merasakan hal yang sama. Germerlap dan keramaian Banyumanik, Semarang lebih menarik ketimbang di desa. Pun Fenny asing dengan kehidupan sekitar desa ketika kembali pulang karena suatu alasan, sibuk mencari kerja di luar kota seperti anjuran orang tua dan mengurus putra yang berumur 8 bulan sekembalinya.

Lelah mencari kerja disana-sini dan mencicip kerja dengan hasil tidak sesuai harapan, Fenny bernegosiasi dengan orang tua untuk bekerja dari rumah saja. Sore hari selepas mandi meluangkan waktu jalan-jalan mengitari desa untuk menyapa wargaGairah hidup mulai berpedar seiring kedatangan bulan Ramadhan yang semakin memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan kehidupan desa. It’s so wonderful life.

Mengutip sharing dari pak Singgih Kartono, pemilik Magno, “Jika ingin sukses mulia, sukses lah di desa”.

Sederhana namun bukankah kehidupan pun berjalan karena dukungan hasil desa? Meski masih bertekad merantau ke Jogja untuk suatu pembuktian, Fenny semakin berani untuk menjahit benang sukses di desa dengan mewujudkan mimpi sedari kecil :). Terima kasih mbak Allisa Wahid dan pak Singgih Kartoo, semoga kelak bisa berjumpa kembali di Festival Sukses Mulia selanjutnya.

1 komentar:

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)

Follow Us @soratemplates