Kamis, 12 November 2015

KETIKA SURAT PERINGATAN DATANG

Surat peringatan seringkali ditemukan dalam dunia kerja. Biasanya surat ini dilayangkan oleh atasan untuk karyawan yang melakukan pelanggaran. Toleransinya pun beragam. Ada yang sekali diberi surat peringatan dan pelanggaran kedua langsung tindakan. Ada yang sampai berkali-kali. Namun sepanjang yang Fenny pernah dengar maksimal 3 kali surat peringatan. 

sumber gambar disini

Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak tempat yang menerapkan aturan masing-masing.  Lingkup paling kecil dalam sebuah rumah tangga. Meski hanya terdiri dari dua orang saja aturan yang diterapkan bisa berbeda satu sama lain. Begitu pula dalam suatu group atau komunitas yang beranggotakan ribuan. Jika tanpa peraturan yang jelas, bisa-bisa para anggota berlaku seenaknya sendiri dan kondisi tidak terkendali. Maklum karena setiap orang seringkali memaknai segala sesuatu dengan kacamata pribadi, bahkan bawa perasaan yang menimbulkan pemikiran yang berbeda. Penegakan peraturan dalam suatu group, komunitas atau lingkungan memang bukanlah hal yang mudah. Seringkali ada anggota yang tahu itu dilarang tapi tetap nekat, tahu tapi tidak paham atau malah ada yang benar-benar tidak tahu. Oleh karena itu perlu peran seorang yang menjabat sebagai “polisi”. 
Selain memastikan segala sesuatu berjalan sesuai aturan, perlu tindak aktif untuk memastikan semua anggota tahu aturan.
Seiring berkembangnya jaman, komunitas atau group tidak hanya ada di dunia nyata melainkan juga di dunia maya. Faktor koneksi yang semakin mudah dan murah dinikmati semua kalangan, sebuah group atau komunitas bisa memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai tempat dengan beragam karakter. Lebih-lebih group atau komunitas yang mengambil tema seputar keluarga, wanita dan hobi. Fenny sendiri aktif di beberapa group facebook yang anggota puluhan hingga ratusan ribu orang. Setiap group memiliki peraturan masing-masing dan kebanyakan dimoderasi oleh pembuat group atau admin yang ditunjuk.  Sejalan dengan keberagaman karakter orang, tiap admin group juga memiliki gayanya masing-masing dalam memoderasi group.

Fenny temasuk anggota yang mengalami efek keberagaman gaya admin dalam memoderasi group di facebook. Fenny sendiri sebenarnya salah satu orang yang menghargai adanya aturan yang berlaku. Suatu kali setelah membaca peraturan dan merasa tidak ada larangan yang berkaitan dengan postingan maka Fenny pun menyetor sebuah postingan di group. Ketika sudah menuai respon cukup banyak, ada salah satu anggota yang menanyakan tentang boleh tidaknya posting dengan jenis seperti itu. Merasa diingatkan, Fenny pun mencolek admin yang bersangkutan. Harapannya ada keterangan boleh atau tidak. Kalau pun ternyata tidak boleh, Fenny dengan senang hati akan menghapus postingan tersebut. Merasa tidak ada respon maka Fenny pun tenang-tenang saja. Betapa kagetnya ketika beberapa hari kemudian saat ingin menengok group, rupanya Fenny sudah “dicentong” alias di keluarkan dari group tersebut.

Fenny lalu menghubungi admin yang bersangkutan untuk memastikan ulang dan ternyata jenis postingan tersebut dilarang. Peraturan yang memperbolehkan untuk iklan segala sesuatu yang berhubungan dengan dapur yang Fenny maknai termasuk buku resep ternyata salah. Fenny pun meminta maaf. Sayangnya respon dari si admin terlalu kaku. Tidak ada respon balik yang kemudian malah berlanjut munculnya postingandi group yang menerangkan bahwa memang anggota yang melakukan pelanggaran akan langsung dikeluarkan tanpa peringatan sebelumnya. Arogansi admin selaku pendiri group jadi sangat terasa. Sayang sekali bukan? Seandainya ada “surat peringatan” terlebih dahulu ketika Fenny konfirmasi tentunya akan berujung pada kondisi yang enak satu sama lain. Bukankah sebuah group juga tidak akan ada artinya tanpa anggota?

1 komentar:

  1. tetap semangat ya teh fenny... yups bener banget, mustinya simbiosis mutualisme antara komunitas grup dengan anggotanya...

    BalasHapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)