Minggu, 06 Desember 2015

Keramahan Pak Soma Homestay: Hotel Dekat Stasiun Kiara Condong, Bandung

Malam tepat di puncak kejayaannya ketika Fenny sampai di stasiun Kiara Condong Bandung. Stasiun yang menjadi tempat pemberhentian terakhir kereta Pasundan yang Fenny tumpangi mendadak riuh oleh penumpang yang turun. Sambil mengeratkan jaket dan mengetatkan pegangan ke Sita maupun dompet, Fenny merapat ke suami. Siapa lah yang tahu kebenaran preman pensiun ala kang Mus sudah menjamin keamanan tempat penuh peluang untuk pencopet dan kawan-kawan ini.



Jika sebagian besar sudah menuju jemputan atau kendaraan sewaan yang siap menanti sebelumnya, Fenny dan suami masih celingak-celinguk mencari tumpangan menuju hotel sekitar stasiun Kiara Condong Bandung. Meski sudah dibekali info jika naik kendaraan umum naik jurusan Cidadas atau naik taksi dengan tarif 30-50ribu menuju penginapan, namun malam rupanya lebih kuat menggiring kami ke titik dilema dan mempertemukan ke calo. Calo yang ternyata mengantarkan Fenny dan suami pada supir angkut tembakan. Fiuuuuh … sudah sepakat tarif 40ribu sampai di lokasi yang ternyata hanya berjarak dua ruas jalan dari stasiun Kiara Condong, ternyata begitu sampai di tempat Fenny diminta 50.000. Fenny yang reflex khas emak-emak irit mau protes langsung di cegah suami.

“Tak apa Fen, yang penting kita sudah sampai. Ini sudah malam dan kita di tempat orang. Cari aman saja lah”

Akhirnya Fenny telan sajalah itu si dongkol.

Seorang ibu-ibu menyapa Fenny di pintu gerbang. Rupanya beliau ibu Susi, pemilik penginapan murah dekat stasiun Kiara Condong Bandung yang sudah Fenny booking sebelumnya.  Beliau langsung menunjukkan kamar yang sudah tersedia dan masuk ke rumah utama. Sita yang ikut terbangun selama perjalanan dari stasiun menuju penginapan di Bandung dekat stasiun menyita perhatian Fenny sehingga tidak terlalu memperhatikan fasilitas kamar. Suami yang kehausan lalu menanyakan welcome drink. Jika biasanya kami menginap mendapatkan minuman, lain halnya disini. Duh, langsung suami kelimpungan. Stok minuman yang kami bawa habis. Untungnya ada penjual nasi goreng yang menjadi penyelamat. Tapi cobaan belum usai, selain tidak ada welcome drink, tidak ada perlengkapan mandi juga. Fenny yang memilih penginapan berdasarkan informasi hotel sekitar stasiun Kiara Condong Bandung ini jadi serba salah ke suami.



Esok paginya Fenny dan suami sudah menebak tidak akan mendapat sarapan. Jadilah Fenny yang masih menyusui Sita dan perlu asupan makanan pagi-pagi memutuskan keliling daerah hotel di dekat stasiun Kiara Condong ini. Setelah menemukan kupat tahu, Fenny mulai kehilangan arah menuju homestay. Beruntung penjual kupat tahu paham dan Fenny diberi petunjuk. Pepatah “Malu Bertanya Sesat di Jalan” memang wajib diingat.

Bu Susi berada di depan menjemur bayinya yang  baru berusia 2 minggu ketika Fenny sampai di penginapan murah dekat stasiun KA. Barulah disini Fenny merasakan keramahan beliau. Mungkin karena semalam sudah larut dan beliau capai jadi tidak sempat berbasa-basi dengan Fenny. Dibantu oleh si Nenek, Fenny lalu memesan air panas untuk mandi Sita, kopi panas untuk suami dan teh panas untuk Fenny. Sembari menunggu pesanan siap, Fenny ngobrol dengan bu Susi. Rupanya suami beliau yang biasanya menjemput tamu yang dating malam hari seperti Fenny sedang berada di luar kota. Memang di informasi blognya, Paksoma Homestay menyediakan layanan penyemputan dengan tarif sekitar 40ribuan.

Berada di depan homestay yang mirip hotel melati di Bandung dekat dengan stasiun di pagi hari membuat Fenny bisa melihat kondisi bangunan dengan jelas. Homestay yang sebenarnya sudah perlu renovasi di sana-sini itu memiliki 6 kamar di lantai 1 dan 2. Layaknya kos-kosan, fasilitas kamar penginapan murah di Bandung dekat dengan stasiun kereta api ini hanya dilengkapi tempat tidur, televisi, meja kursi, cermin, rak handuk dan kamar mandi dalam. Kondisi kamar mandinya pun sudah cukup memprihatinkan. Namun keramahan pemiliknya membuat Fenny bisa bertoleransi dengan keadaan sehingga bisa bertahan hingga waktu untuk menuju lokasi acara workshop blogging Fenny tiba.

Saat Fenny hendak berpamitan, terlihat dokumentasi beberapa turis asing yang sepertinya tersasar di penginapan murah di Bandung dekat stasiun Kiara Condong ini. Namun dari raut muka paraturis asing yang ceria, rupanya fasilitas Paksoma Homestay juga masih bisa mereka terima. Terkadang menikmati perjalanan memang tidak selalu dengan kemewahan, seperti Sita yang tetap ceria meski menginap di tempat yang seadanya.



6 komentar:

  1. Kalau aku malah lebih suka yang bersahaja seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sederhana tapi tetep bisa bikin tidur yak ;)

      Hapus
  2. Yang penting enak dikantong. Fasilitas bagus kalau hatinya nggak sreg juga nggak nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah mak, ini kejadian di hotel yang satunya pas di Bandung :D

      Hapus
  3. Kalau utk dinihari transport terbaik dr st kiaracondong ke paksoma homestay apa ya? Blh minta kontak paksoma homestay? Trimakasih

    BalasHapus
  4. Kalau utk dinihari transport terbaik dr st kiaracondong ke paksoma homestay apa ya? Blh minta kontak paksoma homestay? Trimakasih

    BalasHapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)