Rabu, 13 Januari 2016

# sudut pandang

Keberhasilan Menerbitkan Buku Berkat Silaturahmi


Nasib di perantauan itu terkadang merana sepi. Jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Kalaupun bisa refreshing dengan liburan bersama suami, rasanya setiap hari juga sudah seperti bulan madu. Balada suami istri belum punya momongan. Pengalaman ini Fenny alami setelah menikah dan tinggal bersama. Sebelumnya meski sudah menikah, Fenny masih kos sendiri-sendiri karena memilih dekat dengan lokasi kampus sedangkan suami di kantornya. Kalau pas di kos merasa sepi, tinggal ke kampus banyak teman ha ha hi hi. Sedangkan kini tetangga kanan kiri kontrakan pun sibuk sendiri-sendiri.

Suatu hari Fenny berselancar di dunia maya. Berawal dari kepoin salah satu group menulis di Semarang. Rupanya kumpulan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang ini mau mengadakan acara baksos. Mereka sudah menjadwalkan tanggal dan tempat berkumpul untuk koordinasi. Pas melihat tanggal kegiatan, eh…pas banget dengan jadwal suami rapat di luar kota. Tempat berkumpulnya pun ternyata juga hanya di komplek perumahan sebelah. Daripada bengong sendirian dirumah lebih baik Fenny ikut aja.

Pertama kali bertandang sempat merasa bimbang. Kalau nanti tidak nyambung bagaimana? Berkumpul dengan penulis-penulis yang sudah berkibar namanya tentu Fenny jadi tidak ada apa-apanya. Perasaan jadi minder duluan.

Begitu sampai di tempat berkumpul, rasanya langsung seperti bertemu saudara. Tidak ada kecanggungan. Fenny benar-benar menikmati kopdar pertama dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang ini. Selang satu minggu kemudian, Fenny pun ikut acara baksos yang diadakan di salah satu panti asuhan di Semarang. Fenny didaulat jadi MC dan Alhamdulillah lancar.

Seusai kopdar Fenny rajin menyambangi group facebook IIDN Semarang, blogwalking ke blog-blog anggota lainnya dan menjalin silaturahmi lewat kopdar rutin yang diadakan. Lama-lama Fenny jadi termotivasi untuk menulis buku,  setelah mendapat ilmu dari kopdar-kopdar yang diadakan. Ilmunya tidak tanggung-tanggung karena langsung dari penulis produktif, agen naskah bahkan perwakilan penerbit mayor.

Calon naskah buku biografi pahlawan pertama sukses di tolak. Sempat merasa down sehingga Fenny kembali fokus ngeblog saja. Hasil fokus ngeblog dari awalnya hanya bergabung di komunitas IIDN Semarang Fenny jadi mengetahui group-group penulis dan blogger lainya. Tujuan silaturahmi ala blogger alias blogwalking pun jadi lebih banyak.

Suatu hari Fenny bertandang ke blog salah satu blogger gaek yang sudah cukup berumur. Beliau mengadakan lomba blog yang berhadiah lain dengan yang lain. Selain hadiah berupa uang tunai dan barang, beliau menyediakan paket penerbitan buku. Hadiah yang stimewa itu membuat Fenny bersemangat ikut. Alhamdulillah, Fenny terpilih dan menjadi salah satu kontributor buku antologi yang kini sudah terbit. Judulnya 11 Warna-Warni Pelangi Cinta yang Fenny tuliskan proses pembuatannya disini.

Selain itu, rajin sulaturahim dengan teman-teman IIDN pun juga membuahkan buku hasil keroyokan berjudul Inspirasi Untaian Nama Bayi. Buku ini tersedia di toko-toko buku tedekat lhoo. Kini salah satu naskah buku Fenny sedang dalam prosea editing di penerbit mayor. Alhamdulillah info penerbit ini Fenny dapat dari salah satu anggota IIDN Semarang. Doakan segera terbit dan tersedia di toko buku yaaaa..

Saat mengenang kembali awal-awal menjalin silaturahmi dengan teman-teman penulis dan blogger, Fenny merasa bersyukur sekali. Bertemu dengan orang-orang yang tidak pelit berbagi ilmu dan sangat terbuka dengan orang baru. Siapa sangka Fenny bisa menemukan potensi diri dan mewujudkan impian Fenny menerbitkan buku berkat silaturahmi. Benar-benar berkah silaturahmi.

3 komentar:

  1. Inspiring mbak. Moga aku juga bisa mengikuti jejak mbak fenny :-)

    BalasHapus
  2. Inspiring mbak. Moga aku juga bisa mengikuti jejak mbak fenny :-)

    BalasHapus
  3. Memang benar kalau blogwalking itu istilah lain dari silaturahmi. Kita jadi saling kenal dengan blogger lain. Silaturahmi kan bisa membuka pintu rezeki, jadi yaa..buku mbak Fenny itu saya kira memang karena rajinnya mbak Fenny silaturahmi via dunia maya alias blogwalking. Kalau terus rajin blogwalking, bukan tidak mungkin mbak Fenny bisa menerbitkan buku kedua, ketiga, dan seterusnya. Tetap semangat mbak.. salam kenal..

    BalasHapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)

Follow Us @soratemplates