Jumat, 08 Januari 2016

Melatih Kesabaran Dengan Membuat Bunga Pita

Salah satu sudut ruangan bertumpuk tas spunbond model tas serut yang setengah jadi. Dikatakan setengah jadi karena tali pita yang menjadi penghias tas belum di pita. Nampak dua orang karyawan tengah berkutat membersihkan sebagian tas spunbond dari benang-benang jahit yang tidak rapi. Beberapa lainnya sedang menyulam pita mukena. Pemandangan itu terlihat ketika Fenny melewati pintu batas ruang admin ke ruang workshop tempat kerja.


“Wah ada mbak Fenny, sini mbak bantuin”, panggil salah satu karyawan. Fenny nyengir lebar sambil mendekat ragu-ragu. Jangan-jangan Fenny diminta tolong membuat tali pita untuk tas spunbond. Bukannya tidak mau tetapi Fenny ingat saat membantu karyawan membuat korsase bunga dari pita untuk penghias jilbab cantik. Jangankan jadi, berhasil membuat satu pun tidak. Bentuknya aneh. Jujur saat itu Fenny langsung menyerah. Tidak sabar mengutak-atik. Kalau saja bisa memilih, Fenny memilih membantu di bagian lain.


“Ayo sini”, ujar mbak Rus, karyawan yang paling piawai dalam urusan tali menali pita. “Aku ajarin mbak biar bisa bikin pita. Kalau lulus bikin pita dah pantas jadi ibu dari anak perempuan”, seloroh mbak Rus sambil melirik perut Fenny. Kala itu memang Fenny sedang berbadan dua dan belum tahu jenis kelamin janin. Berhubung anak pertama Fenny sudah laki-laki, sebagian besar mendoakan anak kedua berjenis kelamin perempuan. Fenny pun tertawa mendengar candaan mbak Rus. “Oke lah Fenny coba.”
Dengan sabar mbak Rus mengajarkan langkah-demi langkah membuat tali pita tas. Dicoba satu langkah, mbak Rus berhenti lalu Fenny ikuti sampai semua tahapan diajarkan. Berulang kali dipraktekkan sampai akhirnya Fenny bisa.

“Hore!!! Aku bisa mbak, makasih ya mbak. Koq bisa seh sabar ngajarin Fenny. Itu si Wulan aja gak sabar ngajarin Fenny saking dodolnya bikin bunga pita”, ujar Fenny sambil tersenyum puas dan melirik karyawan yang Fenny sebut namanya. Yang dilirik malah ikut tertawa

“Ya harus sabar. Kalau tidak sabar malah jadi kemurungsung (baca: tergesa-gesa). Hasilnya malah tidak bagus”, jawab mbak Rus. Jawaban mbak Rus yang singkat membuat Fenny jadi termenung. Akhir-akhir ini memang Fenny merasa tidak sabaran. Entah itu ketika bekerja atau dirumah. Internet lemot, whatsapp pending, bbm centang bisa membuat Fenny mengomel-omel. Belum lagi tingkah Al yang semakin aktif sementara Fenny semakin payah dengan kehamilan yang semakin tua. Hari-hari jadi terlewati dengan berat.

Ketika membaca pengumuman mbak Susindra yang bagi-bagi hadiah paket tutorial membuat bunga pita, Fenny jadi sangat tertarik. Mbak Susi yang merupakan seorang crafter ini menyebutkan di dalam paket tersebut ada 47 tutorial video cara membuat bunga dari pita, 8 macam pita masing-masing 1 meter, sampel kelopaknya (30-an pcs) dan sebuah sampel bunga yang sudah jadi. Banyak sekali bukan???



Hasilnya pun cantik-cantik seperti yang sudah dibuat oleh mbak Susi. Fenny yakin sekian banyak tutorial itu pasti memiliki tingkat pembuatan yang beragam dari yang mudah hingga yang rumit. Dengan bahan yang sudah diberikan dan contoh yang sudah ada, Fenny akan mencobanya dari yang paling mudah. Tutorial yang berbentuk video pastinya akan memudahkan Fenny mengulang-ulang bagian yang belum dipahami. Ya, diulang-ulang dengan sabar. Semakin kompleks bunga pita yang Fenny buat tentu semakin tinggi kesabaran yang diperlukan untuk berlatih dan membuatnya. Ini bisa menjadi bahan pembelajaran sabar yang menyenngkan. Kelak jika Sita sudah cukup besar, Fenny juga ingin mengajarkan dan melatih kesabaran dengan membuat bunga pita. Hasil pembelajaran mental dapet, produk yang indah bernilai seni pun jadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)