Senin, 18 Januari 2016

Mencetak Kenangan di Grha Ara, Hotel di Surabaya dekat Stasiun Gubeng


Sepintas dari jalan raya tidak terlihat sebuah bangunan layaknya hotel. Sebuah gerbang terbuka dengan sebuah pos satpam ala gazebo yang nyempil di sudut kanan dan terlihat sedikit rusak menghadang jalur gang yang tidak jauh dari jalan raya. Tidak ada papan nama. Hanya sebuah tulisan di tembok layaknya rumah jaman dahulu yang bertuliskan Grha Ara. Suami lalu turun untuk memastikan kebenaran lokasi hotel di Surabaya dekat Stasiun Gubeng yang kami pesan melalui situs booking hotel ini. 



Selang beberapa lama menunggu di mobil yang terparkir ada pesan dari suami.

“Masuk Dek, bagus koq”. 

Fenny lalu minta ijin pada klien yang menjemput di Stasiun Gubeng Baru Surabaya dan mengantarkan Fenny sekeluarga ke hotel murah di Surabaya dekat Gubeng ini. Begitu masuk gerbang hotel, sebuah jalur masuk yang juga berfungsi sebagai tempat parkir nan teduh dengan adanya pepohonan yang berjajar rapi. Bangunan hotel yang sepintas seperti bangunan kampus Fenny yang dibangun tahun 80an itu lihat di ujung jalur. Jadi meski berjalan cukup jauh dari gerbang menuju hotel, Fenny menikmatinya karena tidak kepanasan dan udaranya sejuk.


Suami yang sudah membereskan administrasi keluar menemui klien supaya ikut masuk dan menunggu di loby hotel yang menyediakan kursi dengan hiburan televisi. Fenny yang belum diberitahukan lokasi kamar jadi ikut menunggu di lobby hotel. Sambil menunggu, Fenny melihat deretan foto yang berjajar apik di satu bagian dinding loby. Foto-foto itu memajang ekspresi keceriaan pengunjung hotel berikut testimoninya. Rata-rata foto orang asing yang mejeng di hall of fame hotel murah di Surabaya dekat Tugu Pahlawan ini.


Ketika suami sudah sampai di lobby, Fenny segera mengajak ke kamar. Sita sudah heboh minta dimandiin. Setelah berpamitan ke klien dan meminta waktu sebentar untuk menempatkan barang dan memandikan Sita, Fenny dan suami naik ke lantai dua dimana kamar kami berada. Naiknya dengan lift. Ukuran lift yang tingginya hanya sepantaran tubuh atlit basket itu sudah cukup mengkhawatirkan. Suara pintu besinya ketika membuka dan menutup terdengar sudah cukup “lelah”.

Ruang kamar hotel murah di Surabaya dekat kampus ITS ini cukup lega meski Fenny cukup geli melihat ukuran kamar mandi. Sangat minimalis. Hanya cukup untuk sebuah kloset dan shower. Beruntung masih ada ruang diatas kloset untuk menempatkan handuk dan pakaian di gantungan pakaian yang tersedia. Sita yang sudah bisa berdiri sambil pegangannya akhirnya Fenny mandikan sambil berdiri dan diguyur shower. Untuk fasilitas perlengkapan mandi, hotel di Surabaya dekat Stasiun Gubeng ini menyediakan handuk dan sabun saja.



Usai mandi dan merapikan barang di meja dan lemari yang besar sehingga barang-barang bisa tersimpan rapi, Fenny segera turun sambil menggendong Sita. Perjalanan Fenny ke Surabaya kali ini memang karena ada keperluan bisnis dengan klien. Esok harinya kami berencana mengadakan acara launching di salah satu mall Surabaya dekat stasiun Wonokromo.

Fenny baru kembali ke hotel malam harinya dengan setumpuk pekerjaan yang masih menunggu. Beruntung Sita langsung tertidur pulas. Setelah ganti baju, Fenny segera menyalakan laptop dan setting wifi. Ada beberapa pilihan wifi dan sayangnya tidak ada yang tersambung dengan baik ketika di dalam kamar. Akhirnya Fenny harus ganti baju lagi dan nongkrong di lobby. Sendirian. Suami keluar menemui temannya. Lama-lama kog jadi sepi sunyi. Fenny memutuskan kembali ke kamar. Kalau posisi di dalam kamar dan pintu terbuka, sinyal wifi baru cukup lancar untuk digunakan. Fenny baru menyudahi bekerja ketika wifi terputus tengah malam.


Pagi harinya Fenny menyempatkan diri mengeliling hotel murah di Surabaya dekat mall bersama Sita. Hitung-hitung olahraga. Grha Ara memiliki 4 lantai dimana 3 diantaranya merupakan kamar-kamar hotel dan lantai atas untuk ruang operasional hotel. Fenny lebih suka naik turun lewat tangga yang tersedia di sisi kanan kiri bangunan. Jadi yang parno dengan lift uzur yang tersedia di tengah hotel bisa memilih tangga melingkar hotel.


Di setiap lantai tersedia lobby dengan 2-3 set meja kursi berikut televisi. Tidak hanya itu saja, di lantai 2 dan 3 juga tersedia mushola dan dapur. Sepertinya dulu dapur ini diperuntukan bagi penghuni hotel yang menyewa mingguan atau bulanan. 


Kabarnya hotel murah dekat Univeristas Airlangga Surabaya ini adalah property milik kumpulan dokter anastesi yang dulunya difungsikan sebagai kos-kosan. Cukup masuk akal mengingat lokasi yang berdekatan dengan dua kampus besar di Surabaya, UNAIR dan ITS. Fenny jadi ingat semalam ketika nongkrong di loby, ada seorang pemuda membawa map menuju sebuah kamar dan mengetuk pintu. Setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tidak dibukakan pintu, pemuda itu kembali. Beberapa lama sebelumnya, ada seorang bapak-bapak yang berpenampilan seperti dosen lewat dan masuk ke kamar. Sepertinya bapak itu yang dicari dan sudah telalu lelah menerima tamu.

Puas mengelilingi hotel, Fenny kembali ke kamar. Tidak berapa lama sarapan datang dan horeeee … 3 paket sarapan disediakan gratis. Sop yang hangat menjadi bagian Sita. Biasanya hotel hanya menyediakan sarapan untuk dua orang dewasa tapi kali ini Sita juga mendapat bagian. Terhitung murah untuk hotel dengan budget mulai dari Rp200.000,- ini.


Jemputan klien datang ketika Fenny selesai sarapan, mandi dan beres-beres. Sambil menunggu lift terbuka, Fenny memandangi deretan foto dalam piguran dan background yang sama di lobby lantai 2 hotel di Surabaya dekat Universitas Airlangga ini. Sempat terlintas untuk foto seperti yang tercetak. Sayangnya ketika Fenny sampai di lantai dasar, suami dan klien sudah duduk manis di mobil. Fenny pun hanya bisa melintasi dinding bertuliskan Grha Ara yang menjadi background foto-foto pajangan di lobby. Meski tak sempat foto, Fenny berjanji untuk mencetak kenangan di Grha Ara, Hotel di Surabaya dekat Stasiun Gubeng ini di blog. Terima kasih untuk kenangan yang menyenangkan.

4 komentar:

  1. Itu yg tergeletak dikasur sita kah? Pasti bahagia banget dia akhirnya bisa selonjor ya hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tante Muna, setelah 7 jam tertekuk tekuk di kereta dan ikut meeting :D

      Hapus
  2. Recomended nih kayaknya, pas di tengah kota..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya di tengah kota banget neh, kemana-mana deket :)

      Hapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)