Senin, 01 Februari 2016

Rafting di Sungai Progo? #KamiTidakTakut

Team rafting yang sebagian besar tidak bisa berenang L.O.L
Wajah suami pucat pasi ketika Fenny menyebutkan sungai Progo. Sungai yang berada di Magelang itu akan menjadi lokasi rafting bersama teman-teman. Fenny sempat ikut terdiam. Was-was kalau ijin Fenny tidak di setujui. Lama terdiam, suami malah tambah terpekur hingga kemudian berkata, 

“Kalau aku ikut bayar berapa?”, 

Gubraaak, rasanya Fenny seperti terjengkang sambil ingin tertawa. Suami rupanya bisa menebak ekspresi Fenny. Suami lalu mengungkapkan bahwa ia ingin menjaga Fenny saat rafting. Logis memang alasannya tapi lalu siapa yang akan menjaga Sita nantinya? Lebih-lebih Al yang biasanya bisa dititipkan ke kakek nenek rencananya juga akan diajak karena tidak ada yang jaga. Meski wajah kembali ke raut mendung karena tidak bisa ikut serta, suami pun mengiyakan.

Sebenarnya ketika meminta ijin untuk rafting di Sungai Progo, Fenny sudah menebak akan mendapatkan reaksi negatif dari suami. Tiga tahun lalu Sungai Progo merenggut nyawa sepupu suami yang tengah rafting. Bersama instrukturnya, sepupu suami ditemukan tewas setelah diterjang banjir lahar. Beberapa waktu sebelumnya memang Gunung Merapi pasca memuntahkan lahar yang kemudian diseret oleh air ketika puncaknya diguyur hujan.

Keputusan Fenny untuk ikut rafting di Sungai Progo pun juga bukan tanpa pertimbangan. Meski masih masa musim hujan, musim tahun ini sedikit terdapat anomali. Curah hujan di bulan Januari tidak cukup tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan bisa dibilang sangat kurang. Beberapa hari menjelang tanggal pelaksanaan rafting hanya beberapa kali gerimis kecil yang turun. Itu tandanya Sungai Progo aman untuk rafting. Tidak hanya sekedar nekat dengan jargon #KamiTidakTakut melainkan tetap mengedepankan logika. Fenny pun berjanji untuk mempertimbangkan cuaca di hari H. Jika cuaca tidak memungkinkan, Fenny akan membatalkan rencana rafting.

Minggu pagi Fenny sudah berada di Magelang setelah sebelumnya menginap di Homestay Sunan Bonang, hotel murah di Magelang dekat AKMIL. Rasanya tidak sabar untuk rafting.

Baca juga: Kearifan Lokal di Homestay Sunan Bonang, Hotel Murah di Magelang Dekat AKMIL

Lokasi start rafting di sungai Progo ternyata terletak di dalam area Hotel Puri Asri Magelang. Begitu masuk kawasan hotel Fenny sempat bingung lokasi berkumpulnya disana. Alhamdulillah dengan petunjuk papan catur raksasa, Fenny bisa menemukan gerombolan teman-teman. Dan disana sudah rameeee … ada sekitar 25an orang yang akan rafting bersamaan dengan Fenny.

Abaikan bau ketek yang menguar :P
Setelah berkumpul semua, mulai deh persiapan rafting. Meski kami tidak takut, perlengkapan wajib rafting harus terpasang dong. Terutama jaket pelampung. Pastikan keempat kaitnya tersambung. Saat Fenny menemukan satu kait tidak ada, langsung deh minta ganti. Kabarnya pelampung ini penyelamat ketika terjebur. Jadi wajib hukumnya untuk Fenny yang tidak bisa berenang. Dan serunya lagi ternyata serombongan Fenny berlima, hanya dua yang bisa berenang. Oke sippp banyak temannya, hihi

Briefieng dulu supaya nantinya tidak minum cappucino expired :P
Sebelum mulai rafting ada briefing terlebih dahulu. Mulai dari cara dayung yang ada teknik dayung maju dan mundur, cara memegang dayung yang benar supaya tidak membahayakan teman seperahu, penjelasan aba-aba mulai dari aba-aba dayung maju mundur stop pegangan geser kiri geser kanan dan masih banyak lagi. Meski banyak arahannya tapi mudah dipahami. Pesan terakhir adalah untuk tetap tenang dan bertindak sesuai instruktur. Setiap perahu memang bisa berisi hingga 7 orang termasuk instruktur. Jadi tidak perlu takut karena ada yang mendampingi dan mengarahkan.

Briefing sudah usai, saatnya ambil posisi di perahu. Fenny ambil aman aja jadi duduk di tengah. Cewek sendiri pula. Belum kenal juga dengan anggota seperahu. Walhasil kalau sedang melintasi bagian yang tidak ada jeram, Fenny manfaatkan untuk berkenalan dan ngobrol-ngobrol. Termasuk dengan instruktur yang tubuhnya ramping tapi tangguh abis, mas Suket namanya. Dari mas Suket, Fenny mendapat informasi bahwa terkadang ada pengunjung Chinese yang suka menebar benih ikan sebagai amal. Ide yang sederhana tapi luar biasa. Sepanjang jalur rafting yang kurang lebih 9 km memang banyak didapati pemancing di sisi kanan kiri sungai.

Selain pemancing, ternyata di beberapa lokasi ada paparazzi. Oh nooooo … ini paparazzi yang memang di sediakan oleh pengelola rafting, Progo Rafting, untuk menangkap momen-momen WOW sepanjang rafting. Dan ini lah hasilnya, mupeng khan yaaaa…






Jadi tidak perlu beresiko mengorbankan perangkat kamera baik handphone apalagi go pro basah atau tercebur air. Semua ekspresi akan di dokumentasikan dengan apik oleh tim fotografer. Lebih-lebih untuk pose settingan seperti pose melompat, terseret arus hingga perahu terbalik. Tenaaaaang, semua itu hanya akting. Rekasaya belaka, L.O.L.


Tak terasa dua jam Fenny dan teman-teman mengarungi sungai progo atas. Jalur yang Fenny lalui di sungai progo merupakan lokasi rafting tingkat 3. Ada level lokasi yang lebih mudah di progo hulu untuk anak-anak mulai dari usia 7 tahun dan ada juga lokasi level 4-5 bagi yang memiliki kemampuan rafting dengan baik karena lebih menantang. Jalur rafting level 3 cocok untuk yang tidak bisa berenang seperti Fenny apalagi yang belum pernah rafting.

Setelah sampai di pemberhentian terakhir, Fenny dan teman-teman naik ke gubug yang ada di bagian atas tebing sungai. Sudah tersedia air kelapa di tempurung berikut mendoan. Asyiiiik, pas banget untuk menghapus dahaga setelah berteriak-teriak heboh dan mengobati lapar setelah kedinginan. Di lokasi ini juga sudah tersedia angkot yang membantu mengangkut peralatan jeram yaitu perahu dan dayung. Nantinya Fenny dan teman-teman juga naik angkot menuju hotel tempat start rafting. Jadi inget masa-masa sekolah yang suka naik angkot rame-rame ketika pulang.



Suami sudah ada di lokasi start Progo Rafting ketika Fenny sampai. Rasanya lega setelah bisa menikmati keseruan rafting dan kembali dengan selamat. Fenny tersenyum pada suami seakan ingin bilang bahwa kami tidak takut rafting asalkan memperhatikan 5 tips penting yang wajib dilakukan ketika rafting yaitu:

  1. Cek ketinggian air. Jika tidak melebih batas aman maka bisa rafting. Tanda batas ketinggian air ini Fenny lihat di lokasi start rafting. Sungai progo aman jika ketinggian air kurang dari 100.
  2. Pastikan peralatan rafting mulai dari perahu, dayung, topi hingga pelampung memiliki kondisi yang baik dan digunakan dengan tepat.
  3. Ikuti petunjuk instruktur dan tetap tenang ketika menghadapi lokasi-lokasi menantang sepanjang rafting.
  4. Tetap tenang ketika terjebur. Posisikan tubuh telentang dengan menggerakan kedua kaki supaya tidak tenggelam.
  5. Tidak melakukan tindakan diluar pengarahan dan persetujuan instruktur.

Fenny segera antri di kamar mandi untuk bersih-bersih dan ganti baju. Selepas ganti baju, makanan dan minuman sudah tersedia. Sambil menunggu rekan-rekan, Fenny melihat-lihat foto-foto yang diambil tim fotografer. Keren-keren dan bisa diambil dengan biaya 7000an per file foto. Sedangkan untuk biaya rafting sendiri sebesar 175ribu. Harga yang cukup pantas untuk menikmati tantangan sungai progo bersama Progo Rafting. Jadi ketagihan, hihiiii mau mencoba? 

3 komentar:

  1. Halo Mbak Fenny salam kenal, seru sekali sepertinya rafting yaa bikin mupeng tapi tetep masih nggak berani sampai sekarang hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi aku juga rada-rada takut tapi ternyata tidak seseram yang dibayangkan koq, seruu malahan

      Hapus
  2. suaminya care bgt ya mb fen hi hi

    BalasHapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)