Selasa, 17 Mei 2016

Inilah 5 Alasan Memilih Pegadaian untuk Solusi Masalah Keuangan Tanpa Masalah

“Boleh kau gadaikan mahar itu, asal tak kau gadaikan cintaku”

Fenny hampir terjungkal mendengar jawaban suami baru Fenny saat itu. Iya suami baru karena Fenny baru saja menikah saat itu. Baru menikah sudah main gadai? Eits, jangan nyinyir dulu. Demi menyenangkan hati kedua  orang tua Fenny, mahar yang diberikan oleh suami dalam bentuk perhiasan memang cukup besar. Cukup menguras tabungan beliau juga. Setelah menikah, pasangan yang nekat menikah tanpa modal besar ini belum punya rumah sendiri. Setelah menikah pula kami langsung memutuskan untuk kontrak rumah sendiri. Maklum tempat usaha suami ada di kota lain. Jadi tidak ada cerita numpang di pondok indah mertua. Sedangkan biaya kontrak rumah di kota yang akan menjadi domisili kami cukup tinggi. Bisa mencapai hitungan 8 digit per tahunnya. Berhubung biaya kontrak rumah harus dibayar di muka, maka pilihan gadai mahar yang berupa emas jadi pertimbangan kami. Pikir Fenny, asal membayar cicilan rutin setiap jatuh tempo, cicilan yang dibayarkan setara kontrak kos per bulan dan bunganya tidak memberatkan.

Kini pernikahan kami sudah berjalan hampir 4 tahun. Alhamdulillah persoalan rumah selesai. Sudah beli rumah? Belum, hehehe Orang tua suami meminta kami untuk menemani beliau saja. Berdasarkan pertimbangan usaha kini sudah bisa dikelola secara mobile maka kami mengiyakan. Namun persoalan selanjutnya adalah kami tetap harus memiliki cicilan berupa anggaran untuk membeli rumah sendiri. Belum lagi cicilan untuk biaya masuk sekolah anak. Awalnya menabung di tabungan konvensional menjadi pilihan kami. Tapi apa daya, tabungan tak jua bertambah malah cenderung berkurang meski ada anggaran setiap bulannya. Pasalnya saat butuh biaya yang cukup besar, dengan mudah kami bisa menarik tabungan. Lama-lama kami sadar bahwa menabung cara ini sungguh tidak efektif.

Tante menyarankan untuk deposito. Kabar baiknya cara ini cukup menjanjikan karena tidak mudah menarik uang sebelum jatuh tempo. Tapi jumlah uang untuk membuka rekening deposito cukup besar. Jadi tidak bisa segera diwujudkan. Cara ini pun di coret dari daftar pilihan investasi.

Berikutnya pilihan reksadana. Cukup menggiurkan dan mudah pembukaannya. Tapi hingga kini sleang 2 bulan sejak pembukaan, rincian dan laporan yang kabarnya diberikan setiap bulan lewat email tak kunjung Fenny terima. Fenny jadi ragu-ragu dan sepertinya pilihan ini pun masuk daftar coret investasi.
Hasil sharing dengan teman di group chat memberikan pencerahan invetasi melalui emas. Kabarnya cara ini cukup menjanjiakan. Minimal bisa untuk menabung dengan bunga yang setara dengan inflasi setiap tahunnya. Fakta, nilai emas memang cenderung naik per tahunnya mengikuti inflasi. Terdengar sangat menarik bukan? Lalu pertanyaan selanjutnya, kalau menyimpan dalam bentuk emas selain rawan disimpan dirumah, cara ini juga tidak efektif. Ketika butuh uang, emas tinggal dibawa ke toko emas. Pulang-pulang sudah bawa uang. Du du duuu…

Saat belanja di sebuah toko depan Pegadaian, Fenny melihat spanduk yang terbentang di pagar Pegadaian Jatinom yang menginformasikan bahwa menabung emas bisa dengan Rp5.000,- saja. W.O.W … Fenny langsung tertarik dengan informasi tersebut. Bagaimana tidak tertarik jika untuk invetasi emas secara manual, paling tidak harus tersedia uang minimal ratusan ribu. Ini jika pilihannya investasi emas dalam bentuk perhiasan. Kalau bentuk emas batangan bisa jutaan dana yang dibutuhkan.

Fenny lalu menyambangi Pegadaian Jatinom yang merupakan cabang terdekat dari rumah Fenny. Saat Fenny menanyakan tentang Pegadaian Emas, khususnya tabungan emas, sayangnya Pegadaian Jatinom belum bisa memfasilitasi karena program ini bisa dilayani di Pegadaian Pusat Klaten yang notabene jauh dari tempat tinggal Fenny. Beruntung pegawai Pegadaian Jatinom menawarkan solusi untuk membantu pembukaan rekening dengan menitipkan sejumlah uang dan memberikan identitas diri sesuai KTP. Nantinya pegawai Pegadaian Jatinom yang akan mengurus di pusat. Pegadaian Jatinom akan menghubungi Fenny ketika buku tabungan sudah jadi dan selanjutnya setoran bisa melalui Pegadaian Jatinom. Sebagai bukti setoran awal, Fenny menerima kuitansi berikut cap resmi Pegadaian Jatinom. Senangnyaaaa….





Berhubung tidak ada nasabah yang antri, Fenny sempat berbincang banyak dengan pegawai Pegadaian Jatinom yang terlihat tidak beda jauh dengan usia Fenny. Fenny banyak mendapatkan informasi, terutama tentang Gadai Emas dan Tabungan Emas yang kemudian membuat Fenny bisa menyimpulkan bahwa ada 5 alasan memilih pegadaian untuk solusi masalah keuangan tanpa masalah. Alasan tersebut diantaranya:
1. Dekat dan ada dimana-mana
2. Beragam program dan fasilitas yang mudah
3. Tidak memberatkan
4. Terjamin dan Aman
5. Bebas riba

Ternyata sangat menarik bukan menjadikan pegadaian sebagai solusi masalah keuangan baik untuk dana cepat atau investasi. Yuk segera buka invetasi untuk masa depan di pegadaian agar masa depan tidak jadi masalah.

4 komentar:

  1. Fiuuh pegadaian sekarang beda sgn yg dulu:)

    BalasHapus
  2. benar benar sahabat bagi para Ibu Rumah Tangga yaa Mak Fen :D

    BalasHapus
  3. Wah, pegawai pegadaian Jatinom,sangat membantu nasabahnya. Rela pergi ke pegadaian pusat untuk mendaftarkan mbak Fenny. Mantap, deh!

    BalasHapus
  4. Belum pernah ke pegadaian hehe...btw thanks infonya mba fenny :)

    BalasHapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)