Rabu, 21 September 2016

Roadshow ala Blogger Nyicip Semarang, 3 Café Sekali Jalan


Ada yang punya kenangan di Semarang? Kenangan kena tilang di sekitar jalan Sultan Agung atau mungkin menyusuri jalan Rinjani untuk melihat pemandangan Semarang bawah dimalam hari? Jujur, itu adalah salah dua dari banyak aktivitas Fenny ketika menjalani keseharian bertahun-bertahun di Semarang. Jadi Fenny langsung mengajukan diri ketika ada info untuk ikut acara Blogger Nyicip bersama Komunitas Gandjel Rel . Tidak tanggung-tanggung, ada 3 kafe sekaligus di sekitaran jalan Sultan Agung yang akan disambangi. Bakalan bisa nostalgia sekaligus me time bagi ibu-ibu rempong macam Fenny.

Mudah bagi Fenny untuk menemukan lokasi pertama yang berada di Candi View Hotel, hotel di Semarang dekat Simpang Lima. Selain Fenny hafal jalur daerah tersebut, petunjuk google maps mengandalkan GPS suami juga valid arahnya. Maklum suami tidak percaya dengan navigasi macam istrinya, jadilah dia mengandalkan GPS. Ini juga jadi poin plus bagi calon pelanggan atau tamu Candi View Hotel. Lokasinya mudah di cari dan strategis. Selain dekat dengan Simpang Lima, hotel bintang 3 ini juga dekat dengan tempat wisata Lawang Sewu, Tugu Semarang atau bahkan naik ke Watu Gong. Akses menuju stasiun Poncol juga tidak terlalu jauh. Pengalaman mencicipi menu Rinjani View Lounge dan mengintip kamar hotel berkonsep industrial ini khusus Fenny ceritakan disini.

Foto bersama Director Candi View Hotel di lobby dengan background mural "Semarang"
doc. momtraveler.com
Selesai icip-icip aneka menu makanan mulai dari menu tradisional sampai Chinese dan minuman sehat ala Rinjani View Lounge, tujuan selanjutnya adalah Strada Caffé. Kafe ini terletak di jalan Sultan Agung yang berada di seberang Candi View Hotel. Aroma kopi langsung tercium begitu pintu terbuka. Persis di depan pintu kafe berjajar aneka pilihan menu kopi lokal dan bar untuk demo penyajian kopi dengan berbagai teknik.





Kurang lebih ada 7 jenis kopi lokal dan 3 jenis kopi impor yang tersedia. Jenis kopi Malabar asal Jawa Barat diakui adalah sajian yang paling sering dipesan. Strada Caffé memiliki beberapa alat untuk mengubah kopi menjadi bubuk siap diminum sendiri. Fenny juga sempat melihat demo pembuatan kopi manual secara langsung.


Pagi pecinta kopi expresso bisa memanjakan lidah dan mata di Strada Caffe. Kopi expresso yang terkenal dengan seni dalam penyajiannya ini ternyata perlu teknik khusus saat membuatnya. Fenny dan kawan-kawan berkesempatan melihat proses pembuatan dua jenis minuman berbasis kopi expresso yaitu Cappucino dan Latte.



Fenny baru tahu kalau jenis kopi expresso yang asli racikan dengan ala sachet beda, hihi. Kopi expresso tidak ada rasa manis-manisnya karena hanya mengandalkan rasa manis dari lemak susu. Jadi bagi pengunjung tipe pecinta kopi coret bisa memesan minuman non kopi. Salah duanya menu Matcha Latte dan Red Velvet Choco. Kalau jenis yang ini Fenny suka banget.

doc. Hanan
Mengunjungi Strada Coffe dalam keadaan lapar tentu tidak cukup hanya memesan minuman. Aneka menu makanan juga tersedia. Ada menu tradisional hingga western. Kalau mau sekedar ngemil-ngemil cantik bisa memilih menu grontol atau fish and chips.


Puas icip-icip di Strada Caffe sekaligus tambahan ilmu tentang dunia kopi, Fenny dan kawan-kawan bergeser ke kanan. Rustico Bar and Kitchen jadi tujuan selanjutnya sekaligus terakhir. Berada di lokasi yang berdampingan dengan Strada Caffe, letak café yang menyajikan menu andalan Pizza ini memang cukup tersembunyi. Untuk mencapai café harus melewati lorong yang terkesan belum jadi dan naik ke lantai atas melalui lift. Namun percayalah bahwa begitu sampai di dalam café, tidak ada sudut yang bisa dilewatkan untuk foto. Kereeeeen banget interiorrnya.


Disisi kanan pintu lift terdapat beberapa gear yang terpasang sebagai hiasan dinding. Saat memandang ke luar jendela kaca ukuran raksasa, terlihat pemandangan kota Semarang atas yang tak kalah cantik dengan pemandangan ala landscape Eropa. Benar-benar membuat Fenny jatuh cinta. Ketika menuju sisi kiri café, terdapat bar dan kitchen yang berhadapan. Suka dengan aksi bartender? Coba saja di bar sembari mencicipi minuman. Memecahkan botol atraksi seperti mas Obin Robin sang MC pun tak masalah lho, hihi

Proses pembuatan pizza bisa dilihat langsung di kitchen dengan tungku ala kampung halaman pizza. Dengan kapasistas 4-6 pizza ukuran besar sekali masak, dijamin pizza pesanan akan tersaji dengan cepat. Fenny dan kawan-kawan berkesempatan mencicipi 4 dari 8 pilihan topping pizza yang tersedia.





Semua varian topping pizza enak meski Fenny sempat terkejut dengan rasa dan aroma pizza yang berbau minyak. Sempat tebak-tebakkan jenis minyak apa yang dipakai. Dasar blogger ibu-ibu, yang kecantol dipikiran semacam minyak telon dkk. Untung ada blogger cowok, pemilik LostInParadise.web.id yang meluruskan. Seru deh  …

Ketiga café yang dicicipi hari itu sukses membuat Fenny ingin kembali lagi. Terlebih dengan pesona kamar 365 Candi View Hotel yang memikat hati sambil menyeruput kembali Rinjani Juice, cake aroma kopi Strada Caffe dan juga varian topping Pizza Rustico Bar & Kitchen yang belum sempat Fenny cicipi. Terlebih dengan suasana rame-rame dan kocak bersama Blogger Gandjel Rel, meski hanya sekedar nyicip namun membuat ketagihan. Semoga ada blogger makan nyicip selanjutnya …

4 komentar:

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)