Selasa, 04 Oktober 2016

Dilema Tinggal Bersama Mertua Setelah Menikah, Bagaimana Mensiasatinya?

Dilema Tinggal Bersama Mertua Setelah Menikah, Bagaimana Mensiasatinya?. Lazimnya, seorang istri tinggal bersama mertua. Lebih bagus lagi kalau bisa langsung menempati rumah sendiri bersama suami, minimal rumah kontrakan. Idealisme tersebut juga tertanam dalam diri Fenny saat akan dan beberapa saat setelah menikah. Alhamdulillah Fenny hamil setelah beberapa bulan menikah. Keputusan yang cukup nekat mengingat kami berdua baru merintis usaha yang masih ngos-ngosan aliran keuangannya dan belum punya modal cukup untuk beli rumah. Akhirnya kontrak rumah menjadi pilihan.

Titik balik dari dari status kontraktor adalah ketika Fenny sudah hamil 8 bulan, sudah resign dari pekerjaan dan BOSAN di tinggal keluar kota hampir saban minggu oleh suami. Kegalauan terbaca oleh orang tua Fenny. Dengan dasar bahwa nantinya akan ada yang menemani saat lahiran, Fenny memutuskan untuk mengajukan permohonan ikut orang tua sampai lahiran. Suami tanpa pikir panjang juga langsung ACC. Resmilah Fenny boyongan kembali tinggal bersama orang tua.

Drama pun dimulai. Tak ubahnya episode istri tidak betah tinggal dirumah mertua, ternyata suami juga terpaksa merasakan hal yang sama. Jam kerja suami yang dibilang tidak bisa ditebak ditambah dengan jam tidur yang bertolak belakang dengan kebiasan di rumah Fenny kerap mendatangkan pandangan tajam setajam elang. Sekali dua kali terlontar juga protes dari bapak ibu yang acapkali terpaksa diabaikan, ihiks ... Terlebih ketika sudah ada dua buah hati dimana Fenny dan suami memiliki pandangan pengasuhan anak yang lagi-lagi berbeda dengan kedua orang tua Fenny. Tak jarang Fenny dan suami harus berlapang dada dan pasrah ketika gaya parenting ala eyang lebih dipraktekkan ke anak-anak ketimbang idealisme kami.

Oleh karenanya, staycation menjadi pilihan untuk menjaga kewarasan pernikahan kami berdua.
Terhitung sudah belasan kali Fenny dan suami staycation, baik itu hanya berdua atau dengan anak-anak. Dan salah satu wishlist Fenny dan suami adalah .... STAYCATION di ADHISTHANA HOTEL.

sumber gambar: booking.com
Pernah terbayang bangun tidak harus buru-buru bangun namun memilih sekedar merapatkan pelukan diatas ranjang atau bahkan dibumbui ciuman kecupan mesra? Bagi Fenny inilah kesempatan istimewa. Kegiatan dirumah sudah bermula ketika ibu selesai sholat tahajud dan mulai berkecimpung dengan cucian dan mesin cucinya. Masak iya ibu sudah beradu dengan air sedangkan anaknya berbungkus selimut? Anak macam apaaaah??? 

Belum lagi dirumah orang tua Fenny, alokasi untuk keluarga percontohan KB karena sudah memiliki dua anak cukup ini hanya mendapat satu ruang kamar saja. Kebayang dong setiap suami pulang karena tidak ada tugas di luar kota maka terciptalah barisan pepesan bandeng di satu ranjang. Kalau di Adhisthana, bisa memilih kamar Deluxe Twin jadi biar anak-anak di ranjang yang terpisah, belum memungkinkan kalau pisah kamar. Adhisthana juga menetapkan anak usia diatas 6 tahun menjadi batas maksimal anak harus di kamar tersendiri. Al dan Sita khan masih balita.

sumber gambar: agoda.com
Staycation juga memberi Fenny dan kesempatan menjadi orang tua dengan gaya kami sendiri. Menemani anak bereksplorasi dengan setiap sudut Adhisthana yang instagramable pasti menyenangkan. Suami juga bebas mengajak anak-anak berenang di kolam renang, salah satu akivitas yang kurang di acc oleh orang tua Fenny. Konon, anak-anak berenang itu berbahaya. Padahal suami adalah lulusan bidang kelautan yang punya sertifikat kemampuan berenang. Sayang dong jika tidak diturunkan ke anak-anak.  Apalagi kolam renang yang berada di tengah lingkungan hotel Adhisthana  sangat mengundang untuk menceburkan diri kedalamnya.

Menu makanan dirumah juga menganut satu menu untuk tiga kali jadwal makan. Lain halnya dengan kebiasaan dirumah suami. Hal ini juga yang kadang-kadang membuat suami dianggap tidak bersyukur karena kadang jajan di luar rumah. Di saat staycation lah selera kuliner suami yang demen makan dengan menu berbeda setiap kali makan bisa terpuaskan. Apalagi kabarnya menu makanan Lawas 613 cafe yang menjadi satu dengan lokasi hotel rasanya endess punya.

sumber gambar: www.getaroomtonight.com
Bukannya tidak tahu akan manfaat tinggal sendiri setelah menikah, lagi-lagi ada pertimbangan yang akhirnya membuat Fenny dan suami harus pandai mensiasati kondisi suami tinggal dirumah mertua agar bisa enak satu sama lain. Beberapa hal yang Fenny dan suami lakukan diantaranya:

1. Menyesuaikan dengan kebiasaan dengan aturan dirumah
Ada beberapa hal yang jika bisa disesuaikan maka tak perlu adu otot untuk bertahan. Dalam hal menu makanan, suami lama-lama mau menyesuaikan. Fenny mengimbanginya dengan menambahkan menu lauk yang lebih beragam sehingga bisa menjadi pilihan suami agar tidak monoton menu makanannya dalam sehari.

2. Negosiasi 
Jika memang ada perbedaan yang sangat prinsip, ada baiknya di diskusikan. Contohnya dalam hal pengajaran ibadah dimana suami memang lebih religius dalam hal metode pengasuhan anak.

3. Minimalisir ego dan perasaan
Hal yang paling menggelikan adalah ketika urusan ranjang. Dulu terkadang merasa sungkan ketika kepergok keluar kamar di tengah malam untuk bersih-bersih di kamar mandi yang notabene harus melewati ruang keluarga. Lama-kelamaan dibuat santai saja, toh demikian lah kalah sudah berkeluarga. HALAL.

Tips tinggal dirumah mertua diatas berhasil membuat suami bertahan hingga kini masuk tahun keempat.  Meski tak sepenuhnya bebas gesekan, minimal hubungan suami dengan keluarga Fenny baik-baik saja berkat tips diatas. Terlebih dengan selingan staycation, kehidupan rumah tangga Fenny dan suami bisa lebih SEGAR dan terkondisi. 
“Tulisan ini diikutsertakan dalam #PUTRIJALANJALAN giveaway yang berlangsung selama 3 – 30 Oktober 2016”

10 komentar:

  1. Wahh.... langsung roaming mbak Fenny.. kerenn...
    aku trpesona tampilan klasik dan isi dri adhistana hotel mbak :D

    BalasHapus
  2. wuaaa. kalau daku numpang sama ortuku
    itupun sering banget terjadi dramaaaa

    BalasHapus
  3. setuju banget sama 3 point di atas mbak... aku baru 5 bulan sih tinggal di mertua, alhamdulillah sejauh ini sih masih oke2 aja.. hehe

    BalasHapus
  4. kebalikan nasib kita mbak, tapi staycation itu memang perluu ^^

    BalasHapus
  5. Duh tadinya ini mau aku pilih sebagai pemenang, tapi url blog aku salah kak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah sayaang padahal tulisannya baguus ^^

      Hapus
    2. huhuuu iya baru sadar. ihiks

      Hapus
  6. Komunikasi dan keterbukaan dengan mertua adalah hal yang mendasar sekali ya mbak

    BalasHapus
  7. Samaan nih sama si ayah yg misih tinggal di rumah mertua hehehe.. tapi berhubung mertua dan menantu sama2 cuek, alhamdulillah baik2 saja :) Adhistina berasa hommy banget ya Fen.

    BalasHapus
  8. Ya itulah yang saya rasakan saat ini mbak. :D

    BalasHapus

Mohon maaf komentar dimoderasi untuk mengurangi SPAM. Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN :)